Dua Pekan Lebih Pascagempa, Apa Kabar Pendaftaran CPNS Sulteng?

JawaPos.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 ditutup pada malam ini, Senin (15/10) pukul 23.59 WIB. Selanjutnya, berkas pelamar akan diseleksi oleh panitia.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, jadwal penutupan itu juga berlaku bagi wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebab, masa pendaftaran sudah sempat diperpanjang karena bencana yang melanda daerah tersebut.

“NTB tetap (ditutup hari ini),” ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (15/10).

Namun, beda halnya dengan wilayah instansi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, meliputi beberapa kabupaten dan kotanya. Pendaftaran masih akan ditunda lantaran melihat kondisi daerah yang masih dalam masa darurat bencana sejak Jumat (28/9) lalu.

“Instansi Pemprov Sulteng, Pemko Palu, Pemkab Sigi, Pemkab Donggala, Pemkab Parigi Moutong ditunda,” kata Ridwan.

Sementara itu, untuk wilayah Papua dan Papua Barat hingga saat ini masih belum dapat diputuskan. Sebelumnya, gubernur kedua daerah tersebut menolak proses rekrutmen CPNS 2018 yang dilakukan melalui portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN).

“Papua dan Papua Barat belum diputuskan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pendaftaran rekrutmen CPNS 2018 sudah berlangsung lebih dari dua minggu, yakni 26 September-15 Oktober 2018. Pelamar dipersilakan melakukan registrasi dan memilih instansi yang diinginkan melalui web sscn.bkn.go.id.

Kemudian, tes SKD dan SKB akan dilakukan menggunakan sistem computer assisted test (CAT) serentak di seluruh daerah Indonesia. Dalam pelaksanaannya nanti, BKN akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

(yes/JPC)

Demi Palu dan Donggala, Gunung Kidul Gelar Konser Amal

JawaPos.com – Solidaritas dan aksi pengiriman bantuan untuk korban gempa dan tsunami Palu terus mengalir. Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul yang menggelar konser amal penggalangan dana untuk para korban bencana alam di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Konser amal yang menghadirkan sejumlah artis seperti Evie Tamala,  Didi Kempot dan lain sebagainya digelar di Alun-alun Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Ribuan warga yang menghadiri konser amal tersebut. Sejumlah kolaborasi juga ditampilka. Tak terkecuali penampilan orkestra Kidung Etnosia dibawah asuhan Surnaryanta.

Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan, konser amal untuk bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala adalah sebagai bentuk kepedulian masyarakat Gunung Kidul terhadap para korban gempa di Sulawesi Tengah.

Badingah pun mengajak masyarakat yang hadir untuk menyisihkan rezeki mereka untuk berbagi sebagaimana manusia sebagai mahkluk sosial dan mahkluk beragama untuk saling membantu sesama dan saudara sebangsa.

“Bencana di Lombok, Palu, Donggala dan Situbondo yang terjadi di Indonesia merupakan luka kita. Kita ini keluarga atau satu tubuh, jika ada keluarga kita atau tubuh kita yang sakit maka kita ikut merasakan sakit juga,” ujar Badingah pada JawaPos.com (13/10).

Dia melanjutkan, hasil dari penggalangan dana tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada para korban melalui lembaga amal. Selain itu, pihaknya juga telah mengirim relawan ke Palu dan Donggala.

Hasil penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dari masyarakat Gunung Kidul mencapai lebih dari Rp 150 juta.

(jpg/JPC)

Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 5 Orang Meninggal Dunia

JawaPos.com – Selain menerjang sembilan kecamatan di Sumatera Utara, banjir bandang juga terjadi di Nagari Tanjung Bonai, Jorong Kalo-Kalo, Jorong Ranah Batu di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Kamis (11/10) pukul 20.30 WIB.

Akibatnya, empat orang meninggal dunia dan tiga orang hilang. Terdapat korban anak-anak atas nama Anis, 2,5 dan W. Efendi, 10, yang hanyut akibat banjir bandang. Korban meninggal lain adalah Roni, 30 dan Yerinda, 56. Sedangkan tiga korban hilang adalah Erizal, 55, Daswirman, 58, dan Yusrizal, 45.

Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, terdapat enam orang luka-luka, enam unit rumah rusak berat, tiga kedai rusak berat, satu ruko rusak berat dan dua jembatan rusak berat.

Saat ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan pencarian korban.

“Pencarian dilakukan menyusuri sungai yang ada. Alat berat digunakan untuk membantu pencarian korban dan membersihkan lumpur,” ujar Sutopo melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (13/10).

Menurutnya, Bupati Tanah Datar telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, yakni 12-18 Oktober 2018. “Pembukaan dapur umum untuk relawan dan masyarakat terdampak telah didirikan,” kata dia.

Selain itu, beberapa wilayah di Kabupaten Pasaman Barat juga terjadi longsor dan banjir pada Kamis (11/10) pukul 19.30 WIB. Wilayah yang mengalami bencana adalah Kecamatan Pasaman, Ranah Batan, Koto Balingka, Sei Beremas, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, Talamau, Sasak dan Kinali.

Korban satu orang meninggal dunia dan dua orang hilang. Kerusakan meliputi sekitar 500 unit terendam banjir, tiga unit jembatan gantung roboh dan dua unit rumah hanyut. Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, 11-17 Oktober 2018.

“BPBD Kabupaten Pasaman Barat bersama aparat lain melakukan penanganan darurat. BPBD menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak. Kebutuhan mendesak alat berat, sembako, selimut dan pakaian,” terangnya.

(yes/JPC)

Ini Daftar Kampus Kelas ‘Sit In’ untuk Mahasiswa Universitas Tadulako

JawaPos.com – Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat kemudahan untuk melanjutkan studi di tengah bencana menimpa Palu dan Donggala. Mereka bisa ikut belajar di perguruan tinggi negeri (PTN) lain di Indonesia, karena kampus mereka kondisinya luluh-lantah.

Ada beberapa rektor PTN yang telah menyatakan kesediaannya menerima mahasiswa Untad. Mahasiswa Untad tersebut bisa ikut kuliah pada program studi yang relevan dan matakuliah sejenis di kampus lain atau istilahnya ‘sit in’.

“Jika anak-anakku saat ini sedang meninggalkan Palu dan berada di kota atau daerah yang dekat dengan salah satu PTN yang saya sebutkan tadi, segera menghubungi dekan fakultas di PTN tersebut, atau ke rektorat sambil menunjukkan kartu pengenal yang membuktikan bahwa kalian adalah mahasiswa Untad,” ujar Rektor Untad Muhammad Basir melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (12/10).

Nantinya, nilai akhir yang akan dikeluarkan pada akhir semester tetap ada di pihak Untad. Sementara, PTN lain hanya sebagai tempat kuliah (sit in) di mana mahasiswa menjadi peserta kuliah pendengar, yang benar-benar hanya untuk proses perkuliahan.

“Mohon kalian tidak menyia-nyiakan kesempatan ini agar kegiatan akademik pada semester awal 2018/2019 tetap berjalan,” kata dia.

Program tersebut sebagaimana telah disetujui oleh Majelis Rektor PTN se-Indonesia (MRPTNI) dan Forum Rektor Indonesia (FRI) agar mahasiswa Untad dapat diterima di beberapa PTN di luar Sulteng.

Berikut kampus-kampus yang membuka kelas ‘sit in’ bagi mahasiswa Untad:
Universitas Khaerun Ternate
Universitas Halu Oleo Kendari
Universitas Sam Ratulangi
Universitas Hasanuddin
Universitas Negeri Gorontalo
Universitas Sulawesi Barat
Universitas Mulawarman
Universitas Lambung Mangkurat
Universitas Tanjungpura
Universitas Katolik Parahyangan
Universitas Negeri Surabaya
Universitas Airlangga
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Universitas Sebelas Maret
Universitas Veteran Jogja
Universitas Gajah Mada
Institut Pertanian Bogor
Universitas Padjajaran
Universitas Andalas, dan sejumlah PTN lain

(yes/JPC)

Gempa Susulan Kembali Guncang Palu, Warga Berhamburan Keluar

JawaPos.com – Gempa kembali mengguncang wilayah ‎Palu, Sulawesi Tengah malam ini, Kamis (11/10) sekitar Pukul 21.13 WITA.

Berdasar informasi dari akun twitter BMKG, gempa tersebut bermagnitude 3,6 skala richter (SR). Pusat gempa‎ berada di darat 39 KM Barat Laut Sigi dengan kedalaman 4 KM.

“Gempa magnitudo 3,6 SR berada berada di darat 39 km Barat Laut Sigi, kedalaman 4 Km, dirasakan di Kota Palu,” kicau akun twitter @infoBMKG yang diposting sekitar pukul 20.43 WIB.

Pantauan JawaPos.com, gempa itu terasa beberapa detik di wilayah Kota Palu. Warga yang panik berlarian keluar rumah untuk menghindari ‎tertimpa runtuhan bangunan.

“Ada gempa lagi barusan, tadi getarannya berasa sebentar,” kata Budi warga yang berada di kawasan Jalan Haji Hayyun, Palu Timur.

Senada disampaikan Ali (30), dia merasa kaget dari guncangan tersebut. Dia merasakan gempa lantaran sepeda motor yang ia duduki menjadi miring hingga membuatnya hampir terjatuh.

“Tadi saya lagi duduk diatas motor yang diparkir, tahu-tahu goyang sendiri pengen jatuh. Tahunya orang-orang juga pada lari karena ada gempa,” jelasnya.

Kendati demikian, gempa yang terjadi malam ini tidak sebesar gempa susulan pada Selasa (‎9/10) Pukul 05.15 WITA yang bermagnitude 5,2 dengan titik pusat 5 km di Timur Laut Palu.

(rdw/JPC)